Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perjalanan HIdup Seorang Pengidap Disartria


     Katanya tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, sebuah kata yang kebanyakan dituliskan di halaman biografi motivator, Tapi menurutku manusia adalah sebuah makhluk hidup yang paling sempurna didunia ini. Kenapa ? Karena hanya manusia yang memiliki akal, nafsu dan perasaan yg berasal dari nurani.

    Tergantung sudut pandang dari setiap manusia itu sendiri. Namaku Abdul Muiz Khalimi dilahirkan di kota Mojokerto dan dibesarkan di Kabupaten Mojokerto tepatnya di Ibu Kota Kerajaan Mojopahit yg sekarang bernama Trowulan. Tinggal disuatu Desa yg jauh dari Kota bekas Hutan atau dalam bahasa Jawa adalah Alas. Tapi tak menutup kemungkinan bisa bersaing dgn pola pikir dari orang Kota, iya meskipun sdikit tertinggal masalah waktu.

    Aku adalah anak terakhir dari 2  bersaudara tapi sebenarnya 3  sih, cuma yang satu sudah dirindukan oleh Tuhan. Cukup jauh perbedaan usia dari 2 saudara laki-laki ku. 

  Aku terlahir dengan kondisi atau bisa disebut dgn bibir sumbing. Dan sudah pernah melakukan operasi saat usiaku masih belia. Dan disitulah diriku mulai berani menginjakkan kaki di pendidikan mulai dari TK (taman kanak-kanak) senang bermain belajar layaknya manusia normal seperti yg lain. Terus bergaul dengan teman sampai tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah). 

   Ada begitu banyak tantangan mental yg harus aku lalui disaat itu, karena aku sudah mengidap penyakit Disartria, adalah penyakit dari gangguan saraf yg mengakibatkan aku sulit berbicara dan daya konsentrasi yg lemah. Ada banyak ejekan yang aku terima, mulai dari ejekan yg biasa dan ejekan yg benar-benar membuatku sakit hati. Tapi meski begitu ada teman yg selalu memberi ku support untuk tetap lanjut dan sampai akhirnya Kita semua Lulus dan harus lanjut ke Tingkat SMP.

    Kita satu persatu memilih sekolah yg berbeda, dan aku mimilih sekolah SMPN 1 Trowulan. Tak banyak juga teman ku yg masuk di sekolah tersebut. Sudah mulai bertemu teman-teman baru dan untuk diriku ini juga harus siap menerima ejekan-ejakan yg mungkin akan ku terima karena kekurangan ku dalam hal bicara ini. Tapi ada perbedaan yg besar waktu itu, dari tingat sekokah dasar yg siswa hanya sedikit berubah dengan tingkat SMP yang bertemu dengan banyak siswa-siswi baru dan ada banyak juga ejekan yg ku terima,, satu siswa baru bertemu denganku ada satu ejekan, bertemu yg lain lagi satu ejekan lagi dan samapi bertemu dengan lain-lain. Sampai hampir down tidak mau melanjutkan sekokah karena ada ejekan yg diluar batas terjadi saat ada tugas presentasi kelas dan hampir satu kelas mentertwakan dan mengejek gaya biacaraku kecuali satu dua teman dekatku. 

      Disitulah rasa yang pedih, sedih dan emosi yg berantakan hingga akhirnya aku sempat tidak sekolah selama satu minggu lamanya. Hingga ada satu guru BK (Bimbingan Konseling) mengirin surat panggilan untuk diriku dan orang tua untuk berkonsultasi. Tapi waktu itu aku datang hanya sendiri tanpa didampingi orang tuaku, karena beliau selalu percaya padaku untuk bisa belajar melewati semua rintangan ini.

     Sampai bertemu denga Guru ku ini aku meluapkan semua emosiku, perasaan dan pada akhirnya beliau juga memberikan semangat untuk ku agar terus belajar. Dan “pasti selalu ada yg mencari kehadiranmu”.Katanya. Hingga aku mencoba untuk menenangkan diriku di taman yg ada didepan halaman sekolah. Disitu aku sempat terkejut dan terharu karena ada 2 teman dekatku datang menghampiriku dan meminta ku untuk datang sekokah lagi. Waktu itulah aku sudah mulai bisa berpresepsi “meskipun ada 10 orang yang mencelamu pasti ada satu dua orang yang akan ikut merasakan penderitaanmu.”

      Setelah 3 tahun lamanya aku Lulus dan maju ke tingkat SMA,,, Aku masuk SMA Islam Brawijaya Kota Mojokerto, disinilah aku perlahan menemukan jati diri ku yang sebenarnya. Seperti biasanya, awal masuk sekolah, bertemu teman baru satu ejekan datang, Tapi saat itu diriku sudah mulai terbiasa meskipun masih ada rasa sakitnya. Dengan trrus belajar pendidikan ada hingga ada salah satu Guru Mata pelajatan seni budaya beekata padaku  "Kau dilahirkan seperti ini adalah agar kau bisa terus bersabar dan bersyukur terhadap apa yg diberikan Tuhan" .. Mulai dari situlah aku selau mengambil sisi positif atas apa yang aku alami saat ini.

      Setelah 3 tahun lamanya aku berhasil Lulus dengan tepat waktu. Aku memutuskan untuk belajar ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Aku belajar di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang dan mengambil program studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi. Dan seperti biasa awal masuk bertemu satu teman baru satu ejekan kuterima, tapi aku sudah terbiasa dengan itu semua, sampai akhirnya aku Lulus seperti yang aku rencanakan, atau lebih cepat dari yang diprediksi. Sampai saat ini aku terus belajar dan terus mencari sejatinya jati diriku yang sebenarnya.