Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Hal Penting Cara Menulis Latar Belakang di Skripsi

 

Skripsi

Assalamualaikum Wr. Wb, Salam Sejahtera dan Sala Budaya.

Skripsi adalah sebuah tugas akhir yang menentukan nasib hasil perjuangan kuliah kamu selama 4 tahun untuk memperoleh gelar sarjana. Namun terkadang skripsi juga bisa mengambat waktu kamu untuk menyelesaikan studi kuliah dengan tepat waktu.

Masalah yang sering ditemui saat memulai mengerjakan skripsi adalah adanya coretan revisi dari dosen pembimbing yang akan membuatmu tergugah rasa penasaran dan ketidakpuasan pada dirimu sendiri yang akan mengakibatkan kamu menjadi putus asa.

Nah, pada artikel ini akan dituliskan beberapa cara menulis Latar Belakang pada BAB pendahuluan skripsi dan contoh Latar Belakang yang baik. Oke langsung saja kita cuss 👇.

Apa itu Latar Belakang ?

Latar belakang adalah sebuah uraian dan penjelasan dalam bentuk paragraf yang berisi alasan mengapa sebuah peneitian atau karya tulis itu dibuat. Dalam contoh kamu akan membuat sebuah penelitian A, maka kamu harus menjelaskan mengapa penelitian A harus dilakukan, contoh lain adalah proposal kegiatan, maka kamu harus menjelaskan mengapa harus mengadakan kegitan, apa landasan utamanya.

Latar Belakang harus dibuat dan disusun dengan kata yang terstruktur dan rapi, guna untuk mendukung hasil dari penelitian atau karya tulis yang akan kamu buat. Bayangkan jika kamu akan membuat proposal kegiatan, dan Latar Belakang yang kamu buat aburadur, tidak menjelaskan alasan yang tepat, maka si verifikator proposal kamu tidak akan membalik halaman selanjutnya, karena dari tulisan pertama saja sudah tidak relevan.

Sedangkan untuk panjang atau banyaknya paragraf yang dibuat untuk Latar Belakang tidak ada patokan khusus. Semua itu juga bergantung pada kepentingan dari sebuah karya tulis yang aka dibuatnya. Biasanya untuk laporan skripsi sendiri biasanya Latar Belakang hanya dibuat antara 1-2 halaman saja.

Tahapan Penulisan Latar Belakang.

Nah, biar latar belakang yang dibuat tidak salah tulis, dan akan relevan dengan penelitian kamu, berikut tahapan menulis latar belakang berdasarkan pengalaman pribadi saya saat menulis skripsi dulu.
  1. Paragraf pertama bisa dituliskan sebuah kondisi ideal tentang keadaan yang terjadi saat ini.
  2. Bisa menuliskan kondisi aktual atau bisa berupa masalah sehingga menjadi dasar dibuatnya suatu penelitian atau kegiatan.
  3. Kamu diharuskan untuk membahas penelitian sebelumnya yang sudah pernah dilakukan oleh beberapa penelitian bisa dari skala Nasional atau Internasional.
  4. Tujuan dari penelitian, dimana kamu akan menuliskan tujuan penelitianmu secara detail berdasarkan penelitian sebelumnya.
  5. Metode Penelitian yang akan digunakan
  6. Solusi terhadap masalah pada penelitian sebelumnya. Hal ini guna untuk mendukung penelitian mu sebelum masuk ke BAB pembahasan.

Tips Jitu Menulis Latar Belakang yang Baik

Ada beberapa masalah yang sering ditemui saat menuliskan latar belakang. Pertama adalah tidak bisa menuliskan kata-kata yang baik dan rapi. Kedua adalah bagaimana menuliskan Latar belakang yang tersrtuktur sesuai poin 1 - 6 yang sudah dibahas diatas tadi. Nah, berikut adalah Tips jitu yang sudah pernah saya coba dan berhasil tanpa revisi pada saat saya skripsi dulu.
  • Cari dan Baca Jurnal yang berhubungan dengan penelitian yang akan kamu lakukan.
  • Usahakan pilih jurnal yang sudah terdaftar nomor ISSN-nya. Bisa mencarinya di researchgate.net
  • Mencoba menulis satu hingga dua paragraf.
Tips diatas akan berguna bagi kamu untuk memahami bahasa-bahasa ilmiah yang baik sehingga kamu akan terbiasa dengan bahasa-bahasa ilmiah yang biasa digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Susunan-susunan permasalahan yang dijelaskan dengan terstruktur dari paragraf ke paragraf.

Contoh Penulisan Latar Belakang

Nah, berikut sedikit contoh dari latar belakang yang pernah saya tuliskan di skripsi saya dulu.

Judul : Penerapan Algoritma C4.5 Guna Memprediksi Mahasiswa Berpotensi Berhenti Kuliah Pada Kasus Missing Value.

Drop out atau pemberhentian status mahasiswa adalah proses pencabutan status kemahasiswaan atas diri mahasiswa karena ada hal–hal tertentu yang telah ditentukan oleh Universitas yang bersangkutan (Nurhayati and Luthfi, n.d. 2015). Efek negatif dari meningkatnya tingkat mahasiswa yang drop out dapat menimbulkan masalah seperti menurunkan mutu pendidikan dan akreditasi suatu perguruan tinggi, di sisi lain juga berakibat pada persepsi masyarakat tentang kualitas proses pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan analisa terhadap data–data mahasiswa yang berpotensi drop out.

Beberapa tahun terakhir banyak peneliti telah fokus pada machine learning dan teknik untuk memprediksi mahasiswa yang berpotensi drop out atau retensi mahasiswa di tingkat perguruan tinggi. Beberapa algoritma klasifikasi telah digunakan untuk memprediksi perilaku mahasiswa yang berpotensi drop out diantaranya decision tree, neural network, naïve bayes, instance-based learning, logistic regression dan support vector machine.

NB : Paragraf diatas adalah sebuah kondisi ideal yang terjadi saat ini atau sebuah kondisi real dan landasan dasar dibuatnya suatu penelitian atau kegiatan.

Dalam suatu data yang besar sering kali ditemukan data yang cacat seperti missing value atau data yang hilang. Missing Value adalah record yang salah satu atau bahkan lebih atributnya tidak diketahui nilainya, pada kasus missing value sering kali penelitian dilakukan dengan cara imputasi atau mengisi dengan nilai rata–rata yang sering muncul dan juga menghapus atributnya (Effendy and Purbandini 2018). Pada pengujian data mining terhadap kasus missing value algoritma dari decision tree dikategorikan mampu mengatasi tanpa harus melakukan imputasi data, dan terdapat tiga jenis decisson tree yaitu CART, ID3 dan C4.5. Seperti pada penelitian evaluasi performa algoritma decision tree pada data yang memiliki missing value dengan melakukan klasifikasi tanpa imputasi atau pengisian data yang hilang (Yusa, Utami, and Luthfi, n.d. 2016). Penggunaan algoritma C4.5 akan cocok untuk data yang bertipe numerik dan kategorik serta memiliki missing value tanpa harus melakukan pengisian data dengan memperkirakan nilai rata–rata atribut yang sering muncul.

NB : diatas adalah sedikit potongan membahas penelitian sebelumnya yang sudah pernah dilakukan oleh beberapa penelitian bisa dari skala Nasional atau Internasional.

Pada suatu data menurut (Waqas I, 2016) apabila data yang memiliki nilai missing value di atas 50% maka atirbut bisa diabaikan atau dihapus pada tahap data cleaning. Sedangkan pada data dalam penelitian ini didapatkan bahwa sedikit contoh data mahasiswa yang keluar atau drop out dibandingkan dengan mahasiswa yang lulus. Dan pada kelas drop out data memliki missing value yang lebih besar dibandingkan pada kelas mahasiswa yang lulus, Sehingga penulis akan menggunakan algoritma klasifikasi C4.5 untuk mengatasi missing value tanpa harus menghapus atau mengisi nilai atribut yang tidak diketahui karena pada atribut yang missing value juga berpotensi menjadi suatu ciri khas pada kelas yang keluar atau drop out. Kemudian akan merancang sebuah sebuah sistem informasi pendukung keputasan berbasis web.

Penggunaan data mining diharapkan dapat membantu suatu instansi untuk memprediksi mahasiswa yang berpotensi drop out atau keluar. Maka berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas maka penulis mengusulkan judul skripsi Penerapan Algoritma C4.5 Guna Memprediksi Mahasiswa Berpotensi Berhenti Kuliah Pada Kasus Missing Value.

NB : Diatas adalah sedikit cuplikan dari pembahasan tentang tujuan, metode dan Solusi.

Nah, itulah sedikit cara dan poin - poin penting bagaimana menulis Latar Belakang yang baik. Sekali lagi ini ada adalah tahapan-tahapan berdasarkan pengalaman saya pribadi serta masukan dari beberapa dosen pembimbing saya dulu.

Sekian terimakasih, semoga bisa memberi kamu pengalaman edukasi karena sistemku adalah informasimu. Satu kata "Jangan Lupa Bernafas dan Tetap Bersyukur".